Featured

    Featured Posts

  • at front and

Konsep PCQ pada MikroTik

Sudah sekian lama tidak membuat postingan terbaru di blog saya ini karena banyak kegiatan di dunia nyata. Oke, sekarang postingan saya ini akan membahas mengenai konsep PCQ pada MikroTik. 

Per Connection Queue

PCQ atau Per Connection Queue merupakan pengaturan manajemen bandwith bersifat massive. Dengan menggunakan PCQ walaupun jumlah komputer client sejumlah puluhan atau bahkan ratusan, hanya diperlukan satu atau dua konfigurasi queue. Metode ini PCQ ini dapat diterapkan pada Simple Queue maupun Queue Tree.

Konsep PCQ

Sebelum melakukan konfigurasi PCQ, sebaiknya memahami konsep PCQ itu sendiri sebelum melakukan pembagian bandwidth. 

PCQ bekerja dengan membuat sub-stream berdasarkan parameter pcq-classifier yang dapat berupa IP Address pengirim berdasarkan pengirim (src-address), IP Address tujuan (dst-address), Port pengirim (src-port) maupun Port tujuan (dst-port).

Ilustrasi PCQ

Contoh ilustrasi agar dengan mudah memahami PCQ. Misalkan dalam sebuah jaringan  terdapat 2 komputer yang melakukan aktivitas download, maka PCQ akan membuat 2 sub-stream. Jika ternyata tiba-tiba terdapat 50 buah komputer melakukan download, maka PCQ juga akan membuat 50 sub-stream dan seterusnya. Meskipun demikian kita bisa membatasi jumlah sub-stream. Tentu pula kita dapat memberikan batasan bandwitdh maksimum untuk tiap sub-stream.

 PCQ akan membagi rata bandwitdh untuk tiap sub-stream, teknik ini cocok untuk jaringan yang memiliki jumlah komputer banyak dengan pembatasan bandwidth yang seragam. Sudah pasti juga teknik ini tidak bisa diharapkan memberikan alokasi bandwidth 256 kbps untuk suatu sub-stream dan memberikan 512 kbps untuk sub-stream lainnya.

Misalkan bandwitdh yang dimiliki adalah 1 Mbps dan ternyata ada 2 sub-stream maka masing-masing client akan mendapatkan bandwitdh 512 kbps. Jika ada 4 sub-stream maka masing-masing client akan mendapatkan bandwidth 256 kbps, jika 8 sub-stream maka bandwitdth yang didapatkan 128 kbps dan begitu seterusnya.

PCQ Bandwitdht Ilustration
Ilusrasi pembagian bandwidth dengan metode PCQ

PCQ Classifier

Untuk membuat sub-stream, PCQ dapat menggunakan parameter src-address, dst-address, src-port maupun dst-port. Yang paling banyak diimplementasikan adalah parameter src-address dan dst-address yang dapat digunakan untuk melakukan manajemen bandwidth baik untuk traffic upload maupun download.

Jika ingin melakukan manajemen bandwitdh bandwidth untuk aktivitas download, maka parameter yang harus digunakan adalah dst-address (IP Address tujuan). Karena traffic download berasal dari internet dan menuju jaringan lokal (LAN), maka yang dijadikan pedoman bagi PCQ tentu adalah IP Address tujuan.

Perlu di ingat IP Address tujuan bukan lah IP Address di internet, namun merupakan IP Address dari komputer client yang berada di dalam jaringan lokal. Sedangkan untuk traffic upload, parameter classifier yang harus digunakan adalah src-address.

PCQ Rate

Parameter pcq-rate dapat digunakan untuk membatasi bandwidth maksimum yang bisa didapatkan oleh tiap sub-stream. Jika parameter yang digunakan adalah pcq-rate=0 maka setiap sub-stream bisa saja mendapatkan bandwidth maksimum yang nantinya diberikan oleh Simple Queue maupun Queue Tree. Lebih detailnya bisa di lihat gambar berikut dengan menggunakan pcq-rate=0

PCQ Rate Ilustrations Konsep PCQ
PCQ dengan paramete pcq-rate=0
 Perhatikan gambar di atas sebagai contoh Simple Queue memberikan alokasi bandwidth maksimal (max limit) sebesar 1 Mbps untuk traffic download pada PCQ yang di buat.. Jika ternyata hanya ada sau komputer client yang menggunakan traffic download, maka komputer tersebut akan mendapatkan bandwidth 1 Mbps, sesuai parameter max-limit yang diberikan oleh Simple Queue atau Queue Tree.

Jika ternyata Simple Queue/Queuee Tree menggunakan parameter max-limit=2 Mbps, maka komputer tersebut juga akan mendapatkan 2 Mbps. Kesimpulannya adalah jika parameter pcq-rate=0 yang digunakan maka maksimal bandwidth yang bisa di dapat oleh sebuah sub-stream akan sangat relatif dan bergantung dengan parameter max-limit yang ada di Simple Queue/Queue Tree

Untuk memberikan batasan maksimal bandwitdh yang bisa didapatkan oleh sub-stream maka bisa menggunakan parameter pcq rate. Jika menggunakan parameter pcq rate=256 kbps maka walaupun max-limit yang diberikan oleh Simple Queue atau Queue Tree adalah 1 Mbps dan hanya ada 1 komputer client yang menggunakan alokasi bandwidth, komputer tersebut tetap akan mendapatkan alokasi bandwidth sebesar 256 kbps.

Walaupun masih ada bandwidth yang tersisa sebesar 768 kbps dan jika ada 2 komputer yang menggunkan bandwidth, maka masing-masing komputer akan tetap mendapatkan bandwidth maksimal 256 kbps. Perhatikan gambar di bawah ini :

pcq rate konsep limit
PCQ dengan pcq-rate=256kbps

PCQ Limit dan PCQ Total Limit

Parameter pcq-limit dan pcq-total-limit dapat digunakan untuk membatasi jumlah sub-stream. Kedua parameter ini dinyatakan dalam satuan ukur kiloByte (kB). Parameter pcq-limit menyatakan ukuran maksimal dari sebuah sub-stream , sedangkan parameter pcq-total-limit menyatakan ukuran maksimal dari keseluruhan sub-stream. Sehingga jumlah maksimal sub-stream yang bisa tercipta adalah hasil pembagian antara pcq-total-limit dengan pcq-limit.

Secara default atau nilai awal pcq-limit berukuran 50 kB, sedangkan parameter pcq-total-limit berukuran 200/50=40 sub-stream. Perubahan konfigurasi dari kedua parameter ini nantinya harus memperhitungkan ukuran dari RAM yang ada pada sebuah Router Mikrotik yang digunakan.

Spesifiakasi MikroTik Routerboard 411

Routerboard 411 atau biasa akrab disebut RB411 adalah routerboard yang penggunaannya dikhususkan sebagai CPE/wireless client atau point to point sehingga tidak bisa difungsikan sebagai access point dengan multi client. Memiliki 1 buah port ethernet yang sudah mendukung POE (power over ethernet) dan 1 buah slot mini PCI. Routerboard yang disertai dengan RouterOS level 3 cukup untuk menangani kebutuhan small office.




Spesifikasi RB 411
Product Code RB411
Architecture MIPS-BE
CPU AR7130300MHz
Current Monitor No
Main Storage/NAND 64MB
RAM 32MB
SFP Ports 0
LAN Ports 1
Gigabit No
Switch Chip No
MiniPCI 1
Integrated Wireless No
MiniPCIe 0
SIM Card Slots No
USB No
Memory Cards No
Power Jack 10-28V
802.3af Support No
POE Input 10-28V
POE Output No
Serial Port DB9/RS232
Voltage Monitor No
Temperature Sensor No
Dimentions 105mm x 105mm
Operating System RouterOS
Temperature Range -30C .. +60C
RouterOS License Level3


Please start Chromium as a normal user. If you have previously run Chromium as a root, you will need to change the ownership of your profile directory.

Baru saja saya beralih menggunakan distro Debian Wheezy 7.7.0 cuma iseng aja sih pengen coba. Setelah berhasil install saya login menggunakan root karena tidak bisa akses menggunakan user biasa (passwordnya lupa neh :P ). Akhirnya karena yang cuma di ingat password root maka saya login menggunakan root.  Login menggunkan root supaya bisa buat akun biasa setelah selesai muncul niat "aji mumpung" mau browsing. Sebelumnya saya sudah berhasil menambahkan chromium sebagai browser tambahan. Namun ketika akan dijalankan muncul notifikasi
Please start Chromium as a normal user. If you have previously run Chromium as a root, you will need to change the ownership of your profile directory
Akhirnya saya menggunakan command berikut untuk menjalankan aplikasi chromium
chromium --user-data-dir=/foo/bar

Maaf nge-postnya kurang niat. Hehe..

Tool Monitoring Sistem Linux

Sebagai seorang sistem administrator sudah umum jika mebutuhkan tool untuk memoniroting server linux mereka. Mulai dari mencari bottleneck, disk bottleneck, cpu dan memory bottleneck dan network bottleneck.

#1: top - Perintah untuk melihat aktifitas proses


Top memberikan gambaran real time sebuah sistem yang sedang berjalan, proses yang ada. Defaultnya, dia akan menampilkan proses yang sedang menggunakan CPU dan mengupdate-nya setiap 5 detik.

top - 11:42:04 up  7:11,  8 users,  load average: 5.22, 5.42, 5.91
Tasks: 250 total,   2 running, 248 sleeping,   0 stopped,   0 zombie
Cpu(s):  2.9%us,  0.6%sy,  0.0%ni, 96.0%id,  0.0%wa,  0.0%hi,  0.4%si,  0.0%st
Mem:   2021012k total,  1558636k used,   462376k free,   218932k buffers
Swap:   976892k total,        0k used,   976892k free,   762492k cached

  PID USER      PR  NI  VIRT  RES  SHR S %CPU %MEM    TIME+  COMMAND           
 1477 root      20   0 84456  40m 7664 S    5  2.1  28:36.33 Xorg              
 3777 onno      20   0  499m 117m  23m S    4  5.9  28:17.09 firefox-bin       
 2281 onno      20   0  109m  16m  10m S    1  0.9   1:01.13 gnome-terminal    
 9961 root      20   0  4308  992  712 D    1  0.0   0:25.50 chown             
 9965 root      20   0  4072  708  476 D    1  0.0   0:24.45 chmod             
10970 root      20   0  2624 1204  844 R    1  0.1   0:00.03 top               
   78 root      20   0     0    0    0 R    0  0.0   0:08.87 kondemand/0       
10380 root      20   0  4136  900  476 D    0  0.0   0:05.40 chmod     

Perintah top mempunyai beberapa hot key yang sangat berguna seperti

Hot Key   Penggunaan
t     Tampilkan rangkuman informasi off dan on
m   Tampilkan informasi memory off dan on.
A    Urutkan tampilan berdasarkan pengguna paling besar dari sumber daya system.
f     Masuk ke konfigurasi interaktif layar untuk top.
o    Memungkinkan kita untuk secara interaktif memilih urutan didalam top
r     Mengeluarkan perintah renice.
k    Mengeluarkan perintah kill / bunuh sebuah proses.
z    Menyalakan / mematikan color / mono.


#2: vmstat - Aktivitas Sistem, Informasi Perangkat Keras dan Hardware


Perintah vmstat melaporkan informasi tentang proses, memori, paging, block IO, traps dan aktifitas cpu.

# vmstat 3

Sample Outputs:

procs -----------memory---------- ---swap-- -----io---- -system-- ----cpu----
 r  b   swpd   free   buff  cache   si   so    bi    bo   in   cs us sy id wa
 0  0      0 434272 221012 774744    0    0    59    42  253  393  4  2 85 10
 0  0      0 434560 221104 774776    0    0    32   132  829 1426  2  2 95  0
 0  0      0 435936 221040 773688    0    0    15   108  989 1416  1  1 98  0
 1  0      0 436644 221104 774032    0    0    12   167  805 1112  1  1 99  0
 0  0      0 507552 221108 703244    0    0    11     0  534  899  1  1 98  0
 0  0      0 506700 221176 703648    0    0    17   161  826 1255  1  1 98  0

Menampilkan pemakaian memori Slabinfo

# vmstat -m

Mendapatkan informasi tentang memori aktif / tidak aktif

# vmstat -a

#3: w - Mencari Siapa Yang Login dan Apa Yang Dia Lakukan


perintah w menampilkan informasi tentang user yang sedang berada di dalam mesin dan menampilkan proses dari user tersebut.

# w username
# w onno

Contoh Output:

 17:58:47 up 5 days, 20:28,  2 users,  load average: 0.36, 0.26, 0.24
USER     TTY      FROM              LOGIN@   IDLE   JCPU   PCPU WHAT
root     pts/0    10.1.3.145       14:55    5.00s  0.04s  0.02s vim /etc/resolv.conf
root     pts/1    10.1.3.145       17:43    0.00s  0.03s  0.00s w

[edit] #4: uptime - Memberitahu Berapa Lama Sistem Telah Berjalan

Perintah uptime dapat digunakan untuk melihat berapa lama server telah berjalan. Lebih lengkapnya perintah ini memberi tahu waktu saat ini, berapa lama sistem berjalan, berapa banyak user yang sedang login dan rata-rata beban server pada 1, 5, dan 15 menit.

# uptime

Output:

 18:02:41 up 41 days, 23:42,  1 user,  load average: 0.91, 0.58, 0.54

1 dapat dianggap sebagai nilai beban optimal. Beban dapat berubah dari sistem ke sistem. Untuk sistem CPU tunggal 1 - 3 dan sistem SMP 6-10 nilai beban mungkin dapat diterima.

#5: ps - Menampilkan Proses


Perintah ps akan melaporkan snapshot dari proses saat ini. Untuk memilih semua proses gunakan option -A atau -e.

# ps -A

Contoh Output:

  PID TTY          TIME CMD
    1 ?        00:00:02 init
    2 ?        00:00:02 migration/0
    3 ?        00:00:01 ksoftirqd/0
    4 ?        00:00:00 watchdog/0
    5 ?        00:00:00 migration/1
    6 ?        00:00:15 ksoftirqd/1
....
.....
 4881 ?        00:53:28 java
 4885 tty1     00:00:00 mingetty
 4886 tty2     00:00:00 mingetty
 4887 tty3     00:00:00 mingetty
 4888 tty4     00:00:00 mingetty
 4891 tty5     00:00:00 mingetty
 4892 tty6     00:00:00 mingetty
 4893 ttyS1    00:00:00 agetty
12853 ?        00:00:00 cifsoplockd
12854 ?        00:00:00 cifsdnotifyd
14231 ?        00:10:34 lighttpd
14232 ?        00:00:00 php-cgi
54981 pts/0    00:00:00 vim
55465 ?        00:00:00 php-cgi
55546 ?        00:00:00 bind9-snmp-stat
55704 pts/1    00:00:00 ps

ps seperti top tetapi memberikan lebih banyak informasi.

Melihat output dalam format panjang

# ps -Al

Menghidupkan mode extra full (memperlihatkan argumen baris perintah pada proses):

# ps -AlF

Melihat thread ( LWP dan NLWP)

# ps -AlFH

Melihat thread setelah proses

# ps -AlLm

Menampilkan semua proses pada server

# ps ax
# ps axu

Menampilkan pohon proses

# ps -ejH
# ps axjf
# pstree

Menampilkan informasi keamanan

# ps -eo euser,ruser,suser,fuser,f,comm,label
# ps axZ
# ps -eM

Melihat setiap proses yang berjalan sebagai user onno

# ps -U onno -u onno u

Set output sesuai dengan yang kita inginkan

# ps -eo pid,tid,class,rtprio,ni,pri,psr,pcpu,stat,wchan:14,comm
# ps axo stat,euid,ruid,tty,tpgid,sess,pgrp,ppid,pid,pcpu,comm
# ps -eopid,tt,user,fname,tmout,f,wchan

Hanya menampilkan ID proses dari Lighttpd

# ps -C lighttpd -o pid=

atau

# pgrep lighttpd

atau

# pgrep -u vivek php-cgi

Menampilkan nama dari PID 55977

# ps -p 55977 -o comm=

Mencari tahu 10 proses yang memakan memori paling banyak

# ps -auxf | sort -nr -k 4 | head -10

Mencari tahu 10 proses yang memakan CPU paling banyak

# ps -auxf | sort -nr -k 3 | head -10

#6: free - Pemakaian Memory


Perintah free menampilkan jumlah total dari physical dan swap memory yang dipakai dan tidak dipakai di dalam sistem serta buffer yang digunakan oleh kernel.

# free

Contoh Output:

            total       used       free     shared    buffers     cached
Mem:      12302896    9739664    2563232          0     523124    5154740
-/+ buffers/cache:    4061800    8241096
Swap:      1052248          0    1052248

#7: iostat - Rata-rata load CPU dan Aktivitas Disk


Perintah iostat melaporkan statistik Central Processing Unit (CPU) dan statistik input/output dari device, partisi dan network filesystems (NFS).

# apt-get install sysstat
# iostat

Contoh Output:

Linux 2.6.18-128.1.14.el5 (www03.nixcraft.in)     06/26/2009

avg-cpu:  %user   %nice %system %iowait  %steal   %idle
           3.50    0.09    0.51    0.03    0.00   95.86

Device:            tps   Blk_read/s   Blk_wrtn/s   Blk_read   Blk_wrtn
sda              22.04        31.88       512.03   16193351  260102868
sda1              0.00         0.00         0.00       2166        180
sda2             22.04        31.87       512.03   16189010  260102688
sda3              0.00         0.00         0.00       1615          0

#8: sar - Mengumpulkan dan Melaporkan Aktivitas Sistem


Perintah sar digunakan untuk mengumpulkan, melaporkan dan menyimpan informasi aktivitas sistem. Untuk melihat perhitungan jaringan masukkan:

# sar -n DEV | more

Untuk melihat perhitungan jaringan sejak tanggal 24:

# sar -n DEV -f /var/log/sa/sa24 | more

Anda juga bisa menampilkan penggunaan secara real time dengan sar:

# sar 4 5

Contoh Output:

Linux 2.6.18-128.1.14.el5 (www03.nixcraft.in)         06/26/2009

06:45:12 PM       CPU     %user     %nice   %system   %iowait    %steal     %idle
06:45:16 PM       all      2.00      0.00      0.22      0.00      0.00     97.78
06:45:20 PM       all      2.07      0.00      0.38      0.03      0.00     97.52
06:45:24 PM       all      0.94      0.00      0.28      0.00      0.00     98.78
06:45:28 PM       all      1.56      0.00      0.22      0.00      0.00     98.22
06:45:32 PM       all      3.53      0.00      0.25      0.03      0.00     96.19
Average:          all      2.02      0.00      0.27      0.01      0.00     97.70


#9: mpstat - Penggunaaan Multiprocessor


Perintah mpstat menampilkan aktivitas dari setiap processor, processor 0 merupakan processor pertama. mpstat -P ALL menampilkan rata-rata utilitas CPU per processor.

# mpstat -P ALL

Contoh Output:

Linux 2.6.18-128.1.14.el5 (www03.nixcraft.in)         06/26/2009

06:48:11 PM  CPU   %user   %nice    %sys %iowait    %irq   %soft  %steal   %idle    intr/s
06:48:11 PM  all    3.50    0.09    0.34    0.03    0.01    0.17    0.00   95.86   1218.04
06:48:11 PM    0    3.44    0.08    0.31    0.02    0.00    0.12    0.00   96.04   1000.31
06:48:11 PM    1    3.10    0.08    0.32    0.09    0.02    0.11    0.00   96.28     34.93
06:48:11 PM    2    4.16    0.11    0.36    0.02    0.00    0.11    0.00   95.25      0.00
06:48:11 PM    3    3.77    0.11    0.38    0.03    0.01    0.24    0.00   95.46     44.80
06:48:11 PM    4    2.96    0.07    0.29    0.04    0.02    0.10    0.00   96.52     25.91
06:48:11 PM    5    3.26    0.08    0.28    0.03    0.01    0.10    0.00   96.23     14.98
06:48:11 PM    6    4.00    0.10    0.34    0.01    0.00    0.13    0.00   95.42      3.75
06:48:11 PM    7    3.30    0.11    0.39    0.03    0.01    0.46    0.00   95.69     76.89


#10: pmap - Pemakaian Memori pada Proses


Perintah pmap menampilkan peta memory dari sebuah proses. Gnakan perintah ini untuk mencari tau penyebab memory bottlenecks.


# pmap -d PID

Untuk menampilkan informasi memory proses dari pid # 47394, masukkan:

# pmap -d 47394

Contoh keluaran:

47394:   /usr/bin/php-cgi
Address           Kbytes Mode  Offset           Device    Mapping
0000000000400000    2584 r-x-- 0000000000000000 008:00002 php-cgi
0000000000886000     140 rw--- 0000000000286000 008:00002 php-cgi
00000000008a9000      52 rw--- 00000000008a9000 000:00000   [ anon ]
0000000000aa8000      76 rw--- 00000000002a8000 008:00002 php-cgi
000000000f678000    1980 rw--- 000000000f678000 000:00000   [ anon ]
000000314a600000     112 r-x-- 0000000000000000 008:00002 ld-2.5.so
000000314a81b000       4 r---- 000000000001b000 008:00002 ld-2.5.so
000000314a81c000       4 rw--- 000000000001c000 008:00002 ld-2.5.so
000000314aa00000    1328 r-x-- 0000000000000000 008:00002 libc-2.5.so
000000314ab4c000    2048 ----- 000000000014c000 008:00002 libc-2.5.so
.....
......
..
00002af8d48fd000       4 rw--- 0000000000006000 008:00002 xsl.so
00002af8d490c000      40 r-x-- 0000000000000000 008:00002 libnss_files-2.5.so
00002af8d4916000    2044 ----- 000000000000a000 008:00002 libnss_files-2.5.so
00002af8d4b15000       4 r---- 0000000000009000 008:00002 libnss_files-2.5.so
00002af8d4b16000       4 rw--- 000000000000a000 008:00002 libnss_files-2.5.so
00002af8d4b17000  768000 rw-s- 0000000000000000 000:00009 zero (deleted)
00007fffc95fe000      84 rw--- 00007ffffffea000 000:00000   [ stack ]
ffffffffff600000    8192 ----- 0000000000000000 000:00000   [ anon ]
mapped: 933712K    writeable/private: 4304K    shared: 768000K

Baris terakhir sangat penting:

    mapped: 933712K total memory yang dipetakan ke file
    writeable/private: 4304K jumlah ruang alamat private
    shared: 768000K jumlah ruang alamat yang di pakai / di sharing dengan yang lain.

#11 dan #12: netstat dan ss - Statistik Network


Perintah netstat akan menayangkan sambungan jaringan, tabel routing, statistik interface, sambungan masquerade, dan keanggotaan multicast. Perintah ss digunakan untuk melihat statistik soket. Dia dapat menayangkan mirip dengan netstat. Lihat tulisan berikut tentang perintah ss dan netstat:

    ss: Display Linux TCP / UDP Network and Socket Information
    Get Detailed Information About Particular IP address Connections Using netstat Command

#13: iptraf - Statistik Network secara real-time


Perintah iptraf adalah IP LAN Monitor yang berwarna. Dia sebetulnya IP LAN monitor berbasis ncurses yang menghasilkan berbagai statistik network termasuk info TCP, statistik UDP, info ICMP dan OSPF, info beban Ethernet, node statistik, IP checksum error, dan masih banyak lagi. Dia memberikan berbagai informasi dalam format yang mudah di mengerti:

    Network traffic statistics by TCP connection
    IP traffic statistics by network interface
    Network traffic statistics by protocol
    Network traffic statistics by TCP/UDP port and by packet size
    Network traffic statistics by Layer2 address

Fig.02: General interface statistics: IP traffic statistics by network interface

Fig.02: General interface statistics: IP traffic statistics by network interface Fig.03 Network traffic statistics by TCP connection

Fig.03 Network traffic statistics by TCP connection

#14: tcpdump - Analisa Traffic Jaringan Dengan Detail


tcpdump adalah perintah sederhana untuk men-dump traffic di jaringan. Kita membutuhkan pengetahuan / pengertian yang baik tentang protocol TCP/IP untuk dapat memanfaatkan tool ini. Contoh, untuk menampilkan informasi traffic tentang DNS, tulis:

# tcpdump -i eth1 'udp port 53'

Untuk menampilkan semua paket IPv4 HTTP ke dan dari port 80, menampilkan hanya paket yang berisi data dan tidak paket SYN, FIN dan paket yang hanya ACK, tulis:

# tcpdump 'tcp port 80 and (((ip[2:2] - ((ip[0]&0xf)<<2)) - ((tcp[12]&0xf0)>>2)) != 0)'

Untuk menampilkan semua sesi FTP ke 202.54.1.5, tulis:

# tcpdump -i eth1 'dst 202.54.1.5 and (port 21 or 20'

Untuk menampilkan sesi HTTP ke 192.168.1.5:

# tcpdump -ni eth0 'dst 192.168.1.5 and tcp and port http'

Use wireshark to view detailed information about files, enter:

# tcpdump -n -i eth1 -s 0 -w output.txt src or dst port 80

#15: strace - Melihat System Call


Menelusuri system call dan signal. Hal ini sangat berguna untuk melakukan debugging web server atau masalah lain di server. 

#16: /Proc file system - Berbagai Statistik Kernel


/proc file system memberikan informasi secara detail tentang berbagai peralatan hardware dan informasi kernel Linux. See Linux kernel /proc documentations for further details. Contoh /proc yang umum:

# cat /proc/cpuinfo
# cat /proc/meminfo
# cat /proc/zoneinfo
# cat /proc/mounts

#17: Nagios - Server dan Network Monitoring


Nagios adalah aplikasi open source monitoring komputer dan jaringan. Kita dapat dengna mudah memonitor semua host, peralatan network dan layanan. Dia akan mengirimkan alert jika ada hal yang salah dan juga ketika semua sudah baik kembali. FAN adalah "Fully Automated Nagios". Tujuan FAN adalah untuk memberikan instalasi Nagios termasuk hampir semua tool yang diberikan oleh komunitas Nagios. FAN provides a CDRom image in the standard ISO format, making it easy to easilly install a Nagios server. Added to this, a wide bunch of tools are including to the distribution, in order to improve the user experience around Nagios.

#18: Cacti - Web-based Monitoring Tool


Cacti is a complete network graphing solution designed to harness the power of RRDTool's data storage and graphing functionality. Cacti provides a fast poller, advanced graph templating, multiple data acquisition methods, and user management features out of the box. All of this is wrapped in an intuitive, easy to use interface that makes sense for LAN-sized installations up to complex networks with hundreds of devices. It can provide data about network, CPU, memory, logged in users, Apache, DNS servers and much more. See how to install and configure Cacti network graphing tool under CentOS / RHEL.
[edit] #19: KDE System Guard - Real-time Systems Reporting and Graphing

KSysguard is a network enabled task and system monitor application for KDE desktop. This tool can be run over ssh session. It provides lots of features such as a client/server architecture that enables monitoring of local and remote hosts. The graphical front end uses so-called sensors to retrieve the information it displays. A sensor can return simple values or more complex information like tables. For each type of information, one or more displays are provided. Displays are organized in worksheets that can be saved and loaded independently from each other. So, KSysguard is not only a simple task manager but also a very powerful tool to control large server farms. Fig.05 KDE System Guard

#20: Gnome System Monitor - Real-time Systems Reporting and Graphing


The System Monitor application enables you to display basic system information and monitor system processes, usage of system resources, and file systems. You can also use System Monitor to modify the behavior of your system. Although not as powerful as the KDE System Guard, it provides the basic information which may be useful for new users:

    Displays various basic information about the computer's hardware and software.
    Linux Kernel version
    GNOME version
    Hardware
    Installed memory
    Processors and speeds
    System Status
    Currently available disk space
    Processes
    Memory and swap space
    Network usage
    File Systems
    Lists all mounted filesystems along with basic information about each.


Bonus: Tools Tambahan


Beberapa tool lainnya:

    nmap - scan port yang terbuka pada server anda.
    lsof - daftar file yang terbuka, koneksi jaringan dan banyak lagi.
    ntop web based tool - ntop adalah tool terbaik untuk melihat penggunaan jaringan, mirip dengan perintah top tetapi ini adalah aplikasi untuk memonitor lalu lintas jaringan. Anda dapat melihat status jaringan, lalu lintas jaringan pada protokol UDP, TCP, DNS, HTTP dan protokol lainnya.

adalah alat terbaik untuk melihat penggunaan jaringan dalam cara yang mirip dengan apa perintah atas tidak untuk proses yaitu membutuhkan software monitoring lalu lintas jaringan. Anda dapat melihat status jaringan, protokol distribusi bijaksana lalu lintas untuk UDP, TCP, DNS, HTTP dan protokol lainnya. is the best tool to see network usage in a way similar to what top command does for processes i.e. it is network traffic monitoring software. You can see network status, protocol wise distribution of traffic for UDP, TCP, DNS, HTTP and other protocols.

    Conky - Monitoring tool yang bagus untuk X Window System. Conky sangat konfigurable dan bisa memonitor banyak variable sistem termasuk status CPU, memori, sisa swap, disk penyimpanan, temperature, proses, interface jaringan, power batre, system messages, inbox e-mail dan lain-lain.
    GKrellM - Dapat digunakan untuk memonitor status CPU, memori utama, hard disk, interface network, mailbox lokal dan remote dan banyak hal lainnya.
    vnstat - vnStat adalah network traffic monitor berbasis console. Tool ini menjaga log lalu lintas jaringan per jam, harian dan bulanan dari interface yang dipilih.
    htop - htop adalah peningkatan versi dari top, melihat proses secara interaktif yang dapat menampilkan proses menggunakan bentuk pohon.
    mtr - mtr menggabungkan fungsi traceroute dan program ping pada sebuah tool diagnosa jaringan.


 source: 
  1. http://opensource.telkomspeedy.com

Menambah dan Menghapus PPA Repository di Linux Ubuntu

Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu apa PPA itu sendiri. PPA atau Personal Package Archive adalah penyedia repositori buatan pihak ketiga di Launchpad yang dapat  digunakan untuk menginstal (atau upgrade) paket yang tidak tersedia dalam repository Ubuntu resmi.

baris perintah berikut ini adalah perintah untuk menambahkan paket repository pada sistem
sudo add-apt-repository ppa:webupd8team/y-ppa-manager

Perlu di ingat :
webupd8team adalah Pembuat PPA
y-ppa-manager adalah Nama PPA

Jika diatas adalah perintah untuk menambahkan repository PPA. Berikut adalah perintah untuk menghapus repository PPA yang sudah kita tambahkan.
sudo add-apt-repository –remove ppa:pmbuat ppa/nama ppa

Misalkan saya akan hapus PPA-Manager, maka perintahnya adalah sebagai berikut :
sudo add-apt-repository –remove ppa:webupd8team/y-ppa-manager

Alternatif cara lain dapat menggunakan GUI untuk menghapus PPA repository. Jalankan Ubuntu Software Center pilih menu Edit dan submenu Software Sources
menghapus dan menambahkan  ppa reposritory di linux
Melalui Sofware Sources GUI
  
Setelah jendela Software Sources muncul pilih tab Other Software. Centang salah satu PPA Repository yang hendak di hapus dan klik tombol Remove. 

Sekian, Semoga dengan artikel ini dapat membantu untuk belajar tentang PPA. 

Mounting Linux

Pada jaman kegelapan (baca: DOS dan Windows), filesystem biasanya ditandai dengan apa yang dinamakan drive yang masing-masing mendapat satu karakter tersendiri. Drive A dan B lumrahnya untuk disket (floppy disk) sementara drive C, D, E, dan seterusnya adalah untuk hard disk. Ada pula penamaan seperti drive H untuk direktori home atau huruf-huruf drive seperti P, Q, R untuk drive yang dipetakan ke jaringan (network drive). Konsep drive, sebagai salah satu dari karakteristik khas DOS yang masih terpaksa masih diwarisi Windows, tidak dikenal di Linux maupun sistem operasi Unix lainnya. Untuk menjelaskan hal ini, marilah kita sebentar menengok secara lebih rinci bagaimana Linux mengelola file dan mengatur disk. File-file yang jumlahnya bisa segerobak diatur melalui apa yang disebut sebagai filesystem. Tidak lain tidak bukan, filesystem ini mengorganisasi isi dari media penyimpan, apakah itu disket, hard disk, ataupun CD-ROM. Filesystem juga memungkinkan user melakukan manajemen file, antara lain membuat file baru, mengganti nama file, memindah file dari satu tempat ke tempat lain, dan juga menghapus file yang sudah tidak diinginkan (jelas bahwa tanpa fungsi-fungsi seperti ini, tentu saja filesystem tidak menjadi terlalu berguna).

Ada berbagai ragam filesystem. Linux umumnya menggunakan filesystem yang dinamakan ext2. DOS selalu memakai filesystem FAT. Untuk Windows, yang sering didukung adalah filesystem FAT (guna kompatibilitas dengan DOS) atau FAT32, yaitu FAT yang diperluas untuk menangani long-filename sekaligus mengatasi ukuran disk yang cukup besar. Windows NT menggunakan filesystem NTFS yang khusus diciptakan untuk mengakomodasi berbagai fitur Windows NT. Satu jenis filesystem tidak kompatibel dengan yang lainnya. Hal ini berarti tanpa prosedur tertentu sebuah partisi FAT dari DOS tidak akan dikenali begitu saja di Linux. Demikian juga sebaliknya.

Di sistem operasi semacam DOS atau Windows, filesystem dikenali dan diakses melalui drive tertentu. Sebagai contoh, biasanya hard disk yang berisi partisi sistem Windows akan selalui dinamai sebagai drive C. Kemudian bila ada partisi kedua yang berfungsi untuk menyimpan data, maka partisi ini bisa saja menjadi drive D. Demikian seterusnya. Disket, karena diakses melalui floppy-drive, biasanya mendapat drive A atau drive B (tergantung jumlah floppy-drive yang ada).

Dalam istilah sistem operasi, membuat filesystem agar dapat diakses merupakan tindakan yang disebut sebagai mounting. Prosesnya sendiri relatif singkat: memeriksa secara cepat apakah filesystem tersebut valid atau tidak dan selanjutnya mencatat keterangan penting tentang filesystem ini di memori. Catatan ini akan dipergunakan segera setelah filesystem ini mulai digunakan. DOS dan Windows dapat dikatakan melakukan proses mount ini secara otomatis dan transparan terhadap user. Tanpa angin dan hujan, tiba-tiba saja partisi data muncul sebagai drive D. Juga ketika ingin mendaftar file-file di disket, cukup eksekusi perintah dir a: karena dari awal drive A dianggap sebagai floppy.

Linux mengidentifikasi filesystem dengan cara yang berbeda dibandingkan DOS atau Windows. Jika di Windows sebuah filesystem diasosiasikan dengan huruf drive, maka di Linux satu filesystem dipetakan ke direktori tertentu. Yang demikian ini menjadikan Linux lebih fleksibel dibandingkan Windows. Tentu saja hal ini dengan konsekuensi bahwa user mendapat sedikit tambahan beban karenanya.

Bagaimana hingga sebuah filesystem terkait dengan satu direktori ? Di sinilah dibutuhkan perintah mount. Bisa diterka bahwa fungsi dari mount adalah untuk melakukan mounting filesystem yang diinginkan. Sebagai ilustrasi, disket pada floppy-drive bisa saja dipetakan sebagai direktori /floppy, partisi Windows dipetakan ke /windows sementara CD-ROM sebagai /cdrom. Per istilah, nama-nama direktori /floppy, /windows, dan /cdrom disebut sebagai mount point. Bagaimana nama dari mount point ini sendiri sepenuhnya tergantung user. Namakan saja sesukanya, misalnya /disket alih-alih /floppy.

Melakukan mount adalah semudah mengetikkan perintah mount yang diikuti argumen yang tepat. Sebagai contoh, perintah berikut adalah untuk melakukan mount agar disket bisa diakses di /floppy:
mount /dev/fd0 /floppy

Di sini /dev/fd0 menunjuk ke floppy-drive yang pertama (/dev/fd1 untuk yang kedua, demikian seterusnya).

Bagaimana jika partisi Windows yang merupakan partisi pertama di hard disk ingin juga diakses ? Berikut perintahnya:
mount -t vfat /dev/hda0 /windows

Segera setelah perintah mount ini sukses dijalankan, maka file-file yang mulanya hanya ada di partisi Windows sekarang bisa ditengok dari Linux. Perhatikan bahwa /dev/hda0 adalah untuk partisi pertama hard disk utama (primary). Jika Windows yang Anda miliki tidak berada di sini, tentu saja perintah di atas harus disesuaikan dahulu. Catatan: kalau Windows yang digunakan adalah Windows NT, maka vfat harus diganti dengan ntfs.

Sekarang, bagaimana untuk CD-ROM ? Mudah. Simak yang berikut ini:
mount -t iso9660 /dev/cdrom /cdrom -o ro

Sama saja seperti yang sebelumnya, bukan ? Tambahan option -o ro adalah untuk menyatakan bahwa filesystem akan diakses dalam modus readonly.

Sebuah catatan penting: sebelum melakukan mount, pastikan bahwa mount-point sudah dibuat sebelumnya. Misalnya, sebelum memount disket ke /floppy, buat dahulu direktori /floppy (gampang saja yakni dengan mkdir /floppy). Jika direktori ini tidak ada, mount tidak akan berhasil.

Penggunaan umum dari perintah mount adalah:
mount [-t type] device directory [-o option]

Jangan bingung dahulu karena berikut akan dijelaskan lebih detil maksud dari sintaks di atas.

Parameter type menentukan jenis filesystem yang hendak dimount. Beberapa yang dikenal di Linux antara lain ext2 (untuk filesystem ext2), msdos (untuk partisi FAT), vfat (untuk partisi Windows), dan iso9660 (untuk CD-ROM). Bisa juga type ini diisi sebagai auto yang berarti ragam filesystem akan ditentukan secara otomatis. Perhatikan bahwa parameter type ini diapit oleh kurung siku. Sekedar menyegarkan ingatan, hal ini bermakna bahwa type adalah opsional – boleh digunakan boleh juga tidak. Manakala terdapat ketidakpastian, maka gunakanlah perintah ini.

Parameter device menentukan filesystem yang hendak dimount. Biasanya ini adalah /dev/fd untuk disket, /dev/hd untuk hard disk, /dev/cdrom untuk CD-ROM, dan seterusnya.

Parameter directory menunjukkan mount point dari filesystem yang dimount. Sekali lagi, jangan lupa pastikan bahwa direktori ini memang sudah ada dan bisa diakses sebelum perintah mount dijalankan.

Parameter option menspesifikasi option untuk mounting. Seperti sudah diilustrasikan sebelumnya, option ro akan menyebabkan filesystem menjadi read-only. Sebenarnya ada juga option rw (yaitu untuk read-and-write) tetapi karena option ini adalah default, maka tidak perlu ditulis secara eksplisit.

Lagi-lagi berbeda dengan Windows, filesystem yang sudah dimount di Linux harus di-unmount begitu selesai digunakan. Proses unmount adalah kebalikan dari mount. Kini terjadi pelepasan akses terhadap filesystem tersebut. Data-data yang belum tertulis alias masih dalam buffer juga akan permanen dituliskan ke filesystem yang bersangkutan.

Perintah untuk melakukan unmount adalah umount (perhatikan, tanpa huruf ‘n’ setelah huruf pertama ‘u’). Adapun sintaksnya relatif sederhana:
umount mount-point

Misalnya Anda usai mengakses disket yang sebelumnya dimount ke /floppy/, maka perintah yang tepat untuk unmount adalah:
umount /floppy/

Ketika mencoba contoh-contoh di atas, mungkin Anda perlu login sebagai root. Namun demikian, pada dasarnya mount dan unmount dapat dilakukan oleh user biasa. Hal ini sepenuhnya diatur melalui file konfigurasi /etc/fstab. Untuk menerangkan isi file ini, baiklah kita ambil contoh /etc/fstab sebagai berikut:

/dev/hda1   /windows/C ntfs          rw,noauto,user         0 0
/dev/hda5   /windows/D vfat          noauto,user              0 0
/dev/hda6   /ext2            defaults                                      1 1
/dev/hda7   swap            swap       defaults                     0 2
/dev/cdrom  /cdrom        auto        ro,noauto,user,exec  0 0
/dev/fd0    /floppy           auto         noauto,user              0 0

Masing-masing baris tersusun atas enam buah entri, dipisahkan oleh spasi kosong. Kolom pertama menyatakan device atau filesystem, kolom kedua untuk mount-point dari filesystem tersebut, kolom ketiga tidak lain adalah jenis filesystemnya. Ketiga entri ini tentunya sudah jelas dari deskripsi perintah mount sebelumnya. Kolom keempat adalah option: auto berarti filesystem akan dimount pada saat startup, rw berarti read-and-write, ro untuk read-only, user bermakna user biasa (tidak harus root) juga diijinkan melakukan mount dan unmount filesystem ini. Angka pada kolom ke-5 dan ke-6 masing-masing untuk menspesifikasi apakah filesystem perlu dibackup ketika dilakukan system backup dan apakah harus dilakukan pemeriksaan filesystem saat startup.

Supaya suatu device dapat dimount oleh user biasa, cukup tuliskan user pada kolom ke-4 (option). Jadi langkah-langkahnya adalah: login dahulu sebagai root, buka file /etc/fstab dengan editor favorit Anda, edit sehingga terdapat option user pada device yang diinginkan, dan terakhir jangan lupa simpan filenya. Sekarang loginlah sebagai user biasa dan Anda akan mendapatkan bahwa device yang dimodifikasi sudah bisa dimount (dan juga unmount).

Nah, ternyata mounting dan unmounting tidak begitu susah sama sekali. Malahan, kalau Anda menggunakan distribusi Linux yang baru-baru seperti Mandriva, RedHat , Fedora atau SuSE , hampir semuanya menyisipkan fasilitas mounting secara otomatis. Contohnya, mengklik shortcut Floppy Device yang sudah disiapkan di desktop akan menyebabkan terjadi proses mounting ke /dev/fd0 sekaligus menampilkan isi disketnya. Sama sekali tidak diperlukan campur tangan untuk memount (dan kemudian unmount) secara manual.

Ada juga yang disebut sebagai automount yaitu service yang memungkinkan dilakukannya mounting secara otomatis ketika filesystem mulai digunakan serta unmounting tatkala filesystem tersebut tidak diakses lagi. Service ini disebut sebagai autofs. Pada aneka distribusi Linux, biasanya autofs ini sudah tersedia dan tinggal diaktifkan saja.

Lepas dari apakah sistem Linux Anda mengenal mount secara otomatis ataukah tidak, tidak ada salahnya mengerti dan memahami landasan bekerja mount dan unmount. Selamat ber-mount-ria !

Istilah Komputer

Istilah Dalam Perangkat Lunak
  • Perangkat Lunak Berpemilik (Propriety)
perangkat lunak yang tidak bebas atau pun semi-bebas. Seseorang dapat dilarang, atau harus meminta izin, atau akan dikenakan pembatasan lainnya sehingga menyulitkan – jika menggunakan, mengedarkan, atau memodifikasinya

  • Perangkat Komersial
perangkat lunak yang dikembangkan oleh kalangan bisnis untuk memperoleh keuntungan dari penggunaannya. ``Komersial'' dan ``kepemilikan'' adalah dua hal yang berbeda! Kebanyakan perangkat lunak komersial adalah berpemilik, tapi ada perangkat lunak bebas komersial, dan ada perangkat lunak tidak bebas dan tidak komersial. Sebaiknya, istilah ini tidak digunakan

  • Perangkat Lunak Semi-Bebas
perangkat lunak yang tidak bebas, tapi mengizinkan setiap orang untuk menggunakan, menyalin, mendistribusikan, dan memodifikasinya (termasuk distribusi dari versi yang telah dimodifikasi) untuk tujuan tertentu (Umpama nirlaba). Perangkat lunak semibebas jauh lebih baik dari perangkat lunak berpemilik, namun masih ada masalah, dan seseorang tidak dapat menggunakannya pada sistem operasi yang bebas

  • Public Domain
perangkat lunak yang tanpa hak cipta. Ini merupakan kasus khusus dari perangkat lunak bebas non-copyleft, yang berarti bahwa beberapa salinan atau versi yang telah dimodifikasi bisa jadi tidak bebas sama sekali. Terkadang ada yang menggunakan istilah ``public domain'' secara bebas yang berarti ``cuma-cuma'' atau ``tersedia gratis". Namun ``public domain'' merupakan istilah hukum yang artinya ``tidak memiliki hak cipta''. Untuk jelasnya, kami menganjurkan untuk menggunakan istilah ``public domain'' dalam arti tersebut, serta menggunakan istilah lain untuk mengartikan pengertian yang lain
Sebuah karya adalah public domain jika pemilik hak ciptanya menghendaki demikian. Selain itu, hak cipta memiliki waktu kadaluwarsa. Sebagai contoh, lagulagu klasik sebagian besar adalah public domain karena sudah melewati jangka waktu kadaluwarsa hak cipta

  • Freeware
Istilah ``freeware'' tidak terdefinisi dengan jelas, tapi biasanya digunakan untuk paket-paket yang mengizinkan redistribusi tetapi bukan pemodifikasian (dan kode programnya tidak tersedia). Paket-paket ini bukan perangkat lunak bebas 

  • Shareware
perangkat lunak yang mengizinkan orang-orang untuk meredistribusikan salinannya, tetapi mereka yang terus menggunakannya diminta untuk membayar biaya lisensi. Dalam prakteknya, orang-orang sering tidak mempedulikan perjanjian distribusi dan tetap melakukan hal tersebut, tapi sebenarnya perjanjian tidak mengizinkannya


www.CodeNirvana.in

Translate

Total Pageviews

Copyright © Jaren Haga | Designed By Code Nirvana